Tampilkan postingan dengan label Our friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Our friendship. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2016

Monolog Aku



Aku bertanya seratus, tidak, seribu kali sebelum menulis ini. Haruskah aku menulisnya? Akhirnya setelah seribu kali berpikir, kuputuskanlah untuk menulis.
***
Hari itu seperti biasa...
"nek, gimana kabarnya hari ini?"
"baik" tapi bagiku dia tidak nampak baik-baik saja.
"bagaimana perasaannya hari ini?"
"ini disini" sambil nunjuk dadanya.
Singkat cerita, aku tau nenek merasa sedih karena anaknya sudah lama tidak menjenguknya. Ia nampak tidak bersemangat.
Aku elus tangannya sambil memutar otak, bagaimana cara membuatnya bersemangat kembali?
“nek, kemarin orang yang aku suka jalan bersama sahabat dekatku”
Kalimat itu....spontan terlontar.
Dan seperti sama spontannya, tiba-tiba nenekku tertawa.
.
.
.
Hingga tidak terasa satu setengah jam percakapan kami berlalu. Aku tidak terlalu mengingat detail percakapan kami tapi aku ingat ada kata-kata “Zahra ini cantik, udah. Sarjana, udah. Mandiri, udah. Ngapain masih berharap sama laki-laki kaya gitu??!”, “jadi perempuan itu harus tegas! Kamu tanya ke kawanmu itu, kamu suka sama dia? Tanya ke laki-laki itu, kamu suka sama dia? Kalau sama-sama suka yaudah, tinggalin!”, “buktiin kamu bisa lebih baik dari dia!”

Aku tersenyum.

“kalau jodoh juga gak bakal kemana”

“nenek gimana tau kalau kakek jodohnya nenek?”

“dia itu baik. Baik banget. Makanya pas dia meninggal saya gak pernah terbersit sedikitpun untuk nikah lagi”

Aku tersenyum lagi. Kali ini lebih lebar.
***
Percakapan pagi ini adalah percakapan yang tidak akan aku lupakan seumur hidup. Aku ingin menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Menangis karena mengingatmu dan tertawa karena aku berhasil membuat nenek tersenyum kembali.

Kamu tidak tau, betapa siang itu aku ingin langsung menekan nomormu di ponselku untuk mengucapkan terimakasih. Terimakasih karena telah membuat nenekku tertawa dan bersemangat lagi hari ini. Terimakasih.
Mungkin kamu akan berpikir bahwa terimakasihku sangat tidak masuk akal tapi nenekku adalah orang yang berharga. Sama seperti kamu. Aku sudah menyayanginya sejak percakapan pertama kita dan melihatnya bersedih pagi ini sangat menghancurkan hatiku. Di panti ini nenek tidak punya siapa-siapa. Panti ini bukan seperti rumah sakit dimana seseorang bisa meninggalkan rumah sakit jika sudah sembuh dari sakitnya. Tapi bukan juga rumah singgah. Panti ini adalah tempat terakhir mereka. So either die or run away, they’ll be here forever. That part really broke my heart. So i try as hard as i could to make her feel comfortable.
***
Aku sudah sangat sering mengucapkan maaf padamu. Maaf disetiap pesan, maaf disetiap kabar. Tapi hari ini aku sudah menemukan alasan untuk mengucapkan terimakasih dan untuk seterusnya, terimakasih adalah untukmu.

Terimakasih karena pernah ada, karena pernah menjadi teman yang sangat baik. Untuk semua pesan lama, untuk semua video chat, untuk kamu yang mengajarkanku  bangga menjadi diri sendiri, semua ini adalah karenamu. Terimakasih karena pernah mengenalkan lagu-lagu athem yang aneh, mengenalkan rusia. Terimakasih karena pernah berkunjung ke UI. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisanku. Terimakasih karena mengizinkan aku untuk masuk ke duniamu, melihat dari balik kacamatamu walau hanya sesaat. Terimakasih.

Terimakasih karena sudah menginspirasi.

Sekarang, aku tidak akan lagi bertanya kenapa. Kenapa kita berakhir seperti orang asing satu sama lain, kenapa kita tidak bisa akrab seperti dulu, kenapa kenapa dan kenapa, aku tidak akan bertanya lagi. Aku paham, mungkin waktunya sudah habis. Mungkin waktu kita untuk merasa seperti itu sudah kadaluarsa—walaupun aku tau tidak pernah ada pertemanan yang kadaluarsa. Atau mungkin Cuma aku, yang merasa spesial.

Tidak apa.

Sekarang hingga waktu yang akan datang aku ingin bertemu denganmu dalam perasaan nyaman. Bukan perasaan bersalah maupun takut, apalagi gila saat namaku—entah bagaimana—disebut-sebut bersamaan dengan namamu. Bukan pula perasaan sedih. Sekarang, setiap mendengar namamu aku akan teringat pada nenekku dan percakapan kami hari ini. Dan daripada bersedih, aku akan bersyukur karena kamu pernah ada dan ‘menyelamatkan’ nenekku dengan ceritamu.

Kamu akan mengingatkanku pada nenek itu dan setiap kali akan mengingatkan lagi dan lagi bahwa aku sudah menemukan apa yang penting untuk diriku. Kamu, tentu saja penting untukku. Tapi nenekku lebih penting. I’d do everything to make her smile again.  

Menjadi perawat adalah hal yang penting untukku atau paling tidak, something i think im really good at. Being nurse means everyday you will touch life or life will touch you and today, life touch me. You have no idea how much i want to tell you about this ‘profesi’ thingy. It really drives me crazy but set me on fire at the same time. Kinda exhausting and exciting. Weird, isn’t?

“saya mah dulu pernah jalan sama lima laki-laki sekaligus. Yang ini ngajak jalan, hayu. Besok yang sana ngajak jalan, hayu juga. Cuma satu, saya gak mau dikurangajarin”

Kamu tidak tau...

“...kakek mah gak pernah cemburu. Dia oke aja saya jalan sama yang lain. ‘saya percaya sama kamu’ gitu katanya”

...betapa aku ingin...

“orang-orang bilang saya perempuan gak bener karena mau jalan sama banyak laki-laki. Tapi kata si kakek ‘ya gimana, saya udah terlanjur cinta sama dia. Asal satu, kamu jangan bunting sama lelaki lain!’ hahaha”

....memelukmu....

“...saya pernah pacaran sama orang belanda, ganteng banget! Saya bawa ke kampung dia diem aja. Dikasih golok saya sama bapak saya hahaha”

....berterimakasih....

“....bukan sedih lagi, kaya orang gila saya waktu denger kakek meninggal. Anak saya waktu itu masih pada kecil-kecil. Tapi saya harus semangat!”

.....karena sudah membuat nenekku tertawa dan bercerita sebanyak ini hanya dengan satu ‘pancingan’.

Terimakasih.
akupun sampai sekarang masih terus belajar cara mengungkapkan perasaan secara asertif, salah satunya dengan menulis karena aku masih tidak bisa kalau ngomong secara langsung. be brave. be wild. be silly. but dont forget to be true to your self. 

Esok akan aku pastikan jika nenek bertanya tentangmu aku akan menjawab: “sudah nek, sudah aku relakan dengan baik-baik”

Selamat melanjutkan hidupmu. Sampai jumpa dilain waktu.

Minggu, 28 Agustus 2016

masih nyambung sama posting sebelum ini, masih berbau kelulusan. 
setelah skripsi, timbul pertanyaan baru yaitu...'abis lulus mau ngapain?'emang beneran deh ya, orang indonesia itu mau ikut campur aja urusan orang. baru juga selesai kuliah udah ditanya mau ngapain, kerja? nikah? sekolah lagi? kalo gue mah jawabnya...mau ngaso dulu! capek bok abis skripsian setengah idup (bukan setengah mati), mau istirahat sejam-dua jam dulu masa gak boleh sih. hih.

 
abis lulus mau ngapain? 

menanggapi pertanyaan tersebut, jawaban temen-temen gue beda-beda. 
program kuliah gue adalah kuliah akademik 4 tahun dengan program lanjutan profesi atau program klinik atau bahasa awamnya program koass selama satu tahun. jadi total pendidikan kita lima tahun. tapi gue cukup terkejut ketika beberapa teman memiliki rencana hidup yang berbeda. 
seorang teman berencana untuk menikah, seorang lagi berencana untuk kerja. ada yang sudah diterima kerja, ada yang masih harus cari pekerjaan. ada juga yang membangun pekerjaan baru. semua jawabannya beragam. jujur gue kaget karena sejak awal sebelum pendidikan ini dimulai sudah ditekankan pentingnya mengikuti program profesi oleh pihak kampus. tapi nyatanya masih ada teman-teman yang berhenti hanya sampai tahap akademik. ketika ditanya kenapa, jawabannya pun sama beragamnya. mulai dari terdapat kendala di berbagai macam aspek, sampai jawaban yang paling umum adalah 'tidak passion di bidang ini'. lalu, bagaimana dengan gue? 

  
 kerja, nikah, kuliah lagi, atau melanjutkan skripsi yang 
belum selesai 

gue termasuk orang yang membiarkan semua berjalan dengan alami. let it flow bahasa kerennya. itu artinya gue akan dengan lapang dada mengikuti program profesi setahun kedepan. tapi apa iya gue mau ikut profesi cuma karena ikutan flow aja?
menurut kalian, apakah terdengar lebay kalo gue bilang: gue sudah jatuhh cinta dengan profesi ini? berlebihan kah? 
gue gatau apakah gue bisa menjadi perawat profesional yang hebat kaya Florence Nightingle, gue juga gatau apa gue bakal bisa ambil AGD dalam satu kali tusukan. tapi yang gue tau, gue suka dengan profesi ini. buat gue alasan itu aja sudah lebih dari cukup untuk melanjutkan profesi ini dan membawanya ke tingkat yang lebih serius.

 kita semua pemberani! 

karena profesi ini bukan profesi yang mudah, maka gue sadar orang-orang yang sejak awal tidak passion disini mungkin memang tidak akan bisa melanjutkannya. God create special women and make them nurses, katanya sih. makanya, gak sembarang orang bisa 'tahan' di profesi ini. 

 Hidup Mahasiswa!

sementara gue masih harus menunggu satu tahun untuk selesai bergelar 'mahasiswa', untuk sebagian temen gue ajang kelulusan ini berarti benar-benar 'lulus'. benar-benar keluar dari dunia kampus menanggalkan gelar mahasiswa dan menuju dunia yang asli. serem banget gak sih bok ngebayanginnya? it gives me chill, like seriously.
 

gue bukan orang yang suka kejutan. gue gak suka ketidakpastian. gue gak suka digantungin (lho?). 
jalan hidup gue untuk setahun kedepan paling gak udah 'terjamin'. profesi, namanya. jadi kalo ada yang rese nanya, abis lulus mau ngapain? Profesi. jawab langsung, beres. tapi kalau temen-temen gue yang itu ditanya, jawabannya kan belum pasti. mau kerja, tapi belum tau kerja dimana. atau bahkan ada yang belum memutuskan mau kerja atau mau lanjut sekolah lagi. diombang-ambing. 

bagi gue, ketidakpastian yang seperti itu cukup menakutkan untuk diri gue. gue pernah nanya sama seorang temen, lo takut gak dengan ketidakpastian kaya gini? dia bilang rasa takut itu pasti ada. apalagi bakal masuk ke dunia kerja yang kita sama sekali gak paham kaya apa bentuknya, jelas aja takut. tapi cepat atau lambat kita semua pasti harus memasuki masa itu, katanya. jadi dia siap aja menghadapi apapun nantinya yang akan terjadi. 

mendengar jawaban temen gue itu gue jadi ngerasa tertampar. apa yang dia bilang adalah benar. gue juga sooner or later pasti akan masuk ke dunia kerja. cumaaa sekarang lagi kebetulan aja punya waktu lebih untuk menyiapkan diri, yaitu setahun lagi di profesi ini.

 

karena itu, posting kali ini gue dedikasikan untuk teman-teman gue yang sangat pemberani dalam mengambil resiko dan menghadapi ketidakpastian. kalian sungguh berani mampu dengan jujur men-state 'saya tidak passion di bidang ini' dan mundur dengan terhormat. kalian sungguh berani karena walaupun tidak passion, kalian sempat menyelesaikan studi ini sampai akhir, untuk membuktikan tanggung jawab terhadap orangtua. kalian sungguh berani untuk keluar dari comfort zone di kampus dan terbang menuju dunia yang baru.
 

walaupun mulai saat ini pertemuan mungkin akan menjadi sulit karena pekerjaan, profesi, kuliah lanjutan atau bahkan pernikahan, tapi gue akan selalu berdoa untuk kalian. agar kalian bahagia, sehat, dan diberi kedamaian di dalam hati dimanapun kalian berdiri. karena kalian adalah orang-orang pemberani dan gue harap gue juga mempunyai keberanian yang sama jika sudah saatnya tiba. 


kepada teman-temanku yang memutuskan untuk bekerja, kuliah lagi, menikah, maupun yang dengan berani mengambil keputusan untuk melanjtkan skripsi yang belum selesai, kalian adalah kebanggaanku dan akan selalu menjadi individu-individu favoritku.
 

terbanglah yang tinggi, teman-temanku dimanapun kalian berada. 
tebarkanlah manfaat yang banyak, berkaryalah yang bebas, dan tersenyumlah lebih banyak. sampai kita jumpa di belahan dunia yang lain. 

 FIK UI 2012: Cerdas!

sampai jumpa dalam episode kehidupan berikutnya 

sayang kalian <3 br="">

Kamis, 11 Agustus 2016

Bertanya tentang Satu Nama

sore itu dalam perjalanan pulang ke Bekasi aku bertanya, "Dia apa kabar?" kamu terdiam. begitu juga aku. kemudian kamu mulai bercerita tentang kabar wanita yang pernah jadi pujaanmu. nama itu, bagi kamu seperti sihir yang membawamu kepada cerita cinta manis jaman SMA. tapi bagiku, nama itu adalah pisau tajam yang mengucapnya saja membuat lidahku kelu dan mendengarnya membuat hatiku nyeri disayat sembilu.

kita pernah menyukai orang dengan nama yang hampir serupa, bukankah itu lucu?  

sesampainya di rumah, aku tidak bisa melepaskan diri dari nama itu. ah, sedang apa dia disana? bagaimana kabarnya? apa ia baik-baik saja? 
lagi dan lagi, hingga hari ini aku memutuskan untuk mengabadikan namanya disini. 
aku bisa saja menyapa dalam akun jejaring sosialnya yang ada dimana-mana. tapi hati ini terlanjur ngilu membayangkan apa yang akan diucapkannya ketika aku melontarkan rindu. hingga malam ini aku memutuskan untuk membuka laptop dan mencari jejak-jejaknya dalam tulisan. ya, aku semenyedihkan itu. dia telah menghapus semuanya tentang kami, ah mungkin baginya tidak pernah ada 'kami', besih hingga tak bersisa. laptop ini beberapa saat yang lalu juga harus direparasi dan hilanglah semua tak bisa terselamatkan. hanya satu-dua memori dalam tulisan, hingga aku ingat pernah menuliskan namanya beberapa kali dalam blog ini. 
satu persatu aku baca tulisanku. tersenyum, meringis, hingga tidak sadar menangis. aku rindu padamu. sesederhana itu. 

ps: ya, namamu akan terus mengisi blog ini...entah sampai kapan. ini aku, dan aku rindu.

Rabu, 13 April 2016

I Should've Hold You Tighter

I should've hold you tighter, since you're important to me 
i should've told you that words years ago.
have you ever feel when something goes wrong, you dont know what happen you just know it's wrong and you seem lost because a second ago everything was right and now it's all messed up. have you ever experience something like that? i know it's a bit vague.
i'm sorry i dont write it in bahasa this time. i cant. it's too much hurts.

this story start with a thing called friendship. is it? is it friendship we had last time? i dont know what that is. in fact, i'm not sure it's friendship because we're so close more than friend. we were so close we videocalled each other. we were so close i sang lullaby for you to sleep. we were so close. four years ago.
but look at us now. we barely talk. you barely call my name. we're stranger to each other. what happen? what happen to us? even if im not sure there happen to be 'us'.
i should've hold you tighter. becuse you are important to me. 
you said you did this to every friends of yours. you said it's not a big deal. IT IS A BIG DEAL FOR ME. you did this. you slipped from my finger without me realise.
i know four years is a lot of times. maybe i changed by time. or maybe you changed. or maybe we just grow up. but HOW? SINCE WHEN? WHY? why cant i see that change? why...so many why because i dont see that coming. because all i know everything was fine and perfect and we had each other but you threw me away for something i dont know why.
i should've hold you tighter. you are important to me, dont you know that?
you erased everythis as if nothing happen. as if i never existed. but i am. so does our last chat history.
i thought maybe we just grow up. maybe time brings us to grown up version of ourselves. but if it is, it shouldn't change our friendship, right? love comes and goes but friendship stays.
the grown up version of ourselves, i can understand if you're busy and cant do many videocall like the last time we did, i can understand that. i can understand if you have a girlfriend who abandon you to chat with other girl, i can understand that too. i can understand everything. everything.
but everything you told me was we had nothing. i am a stranger. i am outsider. i cant understand that.
i cant believe i lost you. i cant believe myself i lost you. i should've hold you tighter. 
maybe time.
four years is a lot of time, right? for baby to grow up, people to change, feeling to fade.
maybe i was too busy back then i abandon you and you were waiting. maybe because i didn't come back in time you go. maybe i did something something wrong i didn't realise four years ago and you mad at me. maybe maybe maybe there're a lot of maybe in my head. i try to picture everything and find out since when, why, how, we became stranger like this.

so help me, okay? help me find out what's wrong and explain to me. i wont ask you to talk back like we used to. i wont ask you to go back the time we were okay because we're not. i wont ask you to be 'you' i know back then. i just ask you to explain to me what happened, what did i do wrong, when did everything start to going wrong. i just need that so i can let you go.
i should've hold you tighter because you are important and you still do and always do.

Jumat, 13 November 2015

Friend called A

so, there's this friend called A. he told me to write more in this blog. 
well, he's not entirely wrong sih. sejak kuliah udah jarang banget gue nulis di blog. selain karena gak ada waktu (sok sibuk, gitu), kalo lagi ada waktu luang lebih mending dipake buat bobo atau kumpul bareng keluarga atau hang out sama temen. pokoknya segala macam aktifitas yang jauh dari gadget.  
so here i am, after all these years. 

so, there's this friend called A yang waktu itu terjadi percakapan yang kira-kira begini: 
gue: hei, gimana kabar lo? lagi sibuk apa sekarang? 
A: liat ada update-an sosmed gue
gue: ....
can you imagine that? im so...asdfghjkl that time. gue tau sekarang jamannya teknologi. teknologi bisa mendekatkan yang jauh, tapi ya gak gitu juga kali ya. i enjoy a deep-long conversation. padahal dulu kita sering ngobrol sampe malem. sms-an, chatting sampe lupa waktu, ngobrol ampe bego, ketawa ngakak, tapi sekarang? i dont know what im missing here. 

so, there's this friend called A. dia bilang untuk tau gimana kabar dia sekarang gue lebih baik baca blognya aja. karena cerita panjang-panjang lewat chat makan waktu dan gak guna (katanya). gak kaya gue, yang tiba-tiba berenti nulis blog. what he wanted to say, at that time i think was, i should write more in this blog. because he missed my writings, no? gue kege-eran banget ya. 

and what i wanted to say to him, at that time was, i miss him. so much. 

Sabtu, 05 September 2015

Tiga Tahun

udah tiga tahun Ra, udah ngapain aja? itu pertanyaan yang langsung dateng begitu dapet id card dari lembaga yang sama, foto yang (agak) gendutan, dan jabatan yang (sedikit) berbeda. aku tertegun. 
ya, sudah tiga tahun di tempat ini. bukan waktu yang sebentar. sudah ngapain aja aku disini? 

masih inget banget waktu pertama kali ketemu Ka Septi, Kabiro PSDM 2013 waktu itu: 
 KS: halo Zahraaa, selamat datang...(menyambut dengan pelukan hangat) 
A: halo kaa...(balas peluk) maaf, tapi ini...siapa ya? 

GUBRAK!!
aku gak kenal sama kabiro ku sendiri ahahaha. soalnya waktu itu diwawancaranya bukan sama Ka Septi. Ka Septi yang ngajarin banyak hal ke aku. mengajarkan tentang cinta, keluarga, berbagi, Ka Septi yang selalu ngelindungin kita, sering banget nraktir makan atau jajan, Ka Septi yang membuka diri dan membuat aku percaya bahwa keluarga yang tidak terikat oleh bloodline adalah benar adanya. Ka Septi yang keren banget. waktu pertama kali ketemu, langsung berpikir: "aku pengen kaya Ka Septi" 
kemudian ada kakak-kakak yang lain, Ka Fita, Ka Sofura, Ka Lina yang selalu ada. yang dengan mereka aku tidak perlu khawatir menampakan warna asliku. aku dulu masih pitik banget, masih butiran debu. apa-apa masih dibantuin, ngerjain tugas masih nanya, masih takut salah. tapi kakak-kakak gak pernah lepas dan meninggalkan aku. mereka selalu bilang, "gapapa Ra, belajar" kemudian aku selalu tersenyum ketika mendengar kalimat itu. 
PSDM BEM FIK 2013 adalah yang membuat aku ingin terus menapaki jalan ini.

dimulai dari situ, perjalanan pun dimulai. dimulai dari staff yang gak ngerti apa-apa, kemudian mulai menjadi yang mengajarkan sesuatu pada teman-teman di PSDM 2014. ada Aini, Desti, dan Yeni. tidak mudah memang, tapi kami berhasil melaluinya hingga sampai tujuan. 

hingga akhirnya tiba waktuku untuk membentuk keluarga kami sendiri. Aku bersama Ana, yang sama berjalan dari PSDM 2013-2014, kini membentuk PSDM 2015. 

dari yang semula diajarkan, sekarang aku mengajarkan 
dari yang semula ditraktir, sekarang aku mentraktir 
dari yang semula ditinggalkan, sekarang aku meninggalkan. 

manusia berkembang, begitu juga dengan aku. kita tidak bisa selamanya jadi anak kecil. ada saatnya kitalah yang akan mengajarkan, mentraktir, dan meninggalkan sesuatu untuk generasi berikutnya. untukku, saat itu adalah sekarang. 
memang masih jauh dari sempurna. rasanya, aku yang sekarang belum sekeren Ka Septi. setiap memikirkan itu rasanya frustasi sekali. aku ingin jadi keren. aku ingin jadi yang mengajarkan banyak hal pada generasi penerusku. aku ingin mereka teringat selalu, seperti aku yang selalu teringat oleh Ka Septi. 

apakah itu mungkin? 

untuk Ana, 
Na, ayo kita jadi lebih keren lagi!

Kamis, 04 Desember 2014

Sepi Untuk ku

Karena pernah merasa sepi kamu akan lebih menghargai sebuah kebersamaan.
Sebenernya sudah lama pengen nulis ini tapi awalnya masih gak tau gimana cara merangkainya dalam  kata, hingga hari ini.

Seperti kalimat pembuka diatas, aku ingin minta maaf. karena sifat kekanakanku yang selalu berfokus pada diri sendiri tanpa menyadari keadaanmu, aku banyak menyalahimu. Aku menyalahimu atas kekanakan yang aku sendiri sebabkan. Aku minta maaf. harusnya sejak awal aku sadar bahwa saat ini kamulah pasti yang sedang berada dalam masa-masa tersulit. Kamulah yang  harus dikuatkan. Kamulah yang paling butuh banyak dukungan. Kamulah yang mungkin paling merasa sepi. Karena di tempat yang tinggi, anginnya sangat kuat bukan?

Karena pernah merasa sepi, kini aku tau bagaimana cara menghargai sebuat kebersamaan. Dengan ini aku harap kamu tidak pernah merasa sepi lagi. Meski beban tanggung jawab menggunung di atas pundakmu, jangan pernah ragu untuk meminta tolong. Menangislah saat ingin menangis, nyatakan lemah ketika lemah, nyatakan lelah ketika lelah. Berjalanlah lebih lambat ketika kaki terasa tak mampu lagi berlari. Terjatuhlah, kemudian bangkit lagi. Karena aku tau kamu kuat dan akan menjadi lebih kuat lagi, dan karena selalu akan ada aku disini, menguatkanmu.


Aku tidak pandai merangkainya dalam ucapan kata, sejak saat ini mungkin pertemuan mungkin akan menjadi momen langka. Makan siang bersama mungkin hanya saat istemewa. Curhat bersama bisa jadi tidak mungkin lagi. Mungkin aku akan merasa sepi. Namun ketika sepi datang, aku akan selalu ingat bahwa aku punya kamu dan kamu selalu punya aku dan kita akan selalu memiliki satu sama lain. sehingga saat sepi itu datang ingatlah saat-saat kita bersama dan hargai setiap momennya. 

Sabtu, 07 Juni 2014

Wall of Memories

i have a wall in my room, called Wall of Memories. because i am bad remember the moment, i made this wall. this is belong to every moments, every person in my life i dont want to forget. especially how they make me feel.  


Wall of Memories

you can see i stuck everything there. start with ordinary things such as postcards, memo, and quotes. but i have things you barely seen like mustache, or a paper trumpet, paper flag, or even the medal. you may be see it as a garbage but those things are precious to me. not the things, but the moment and the feeling back then.  

three smiley faces, cards, hearts, a drawing, quote, little elephant, and tickets 

do you see three smiley faces up this picture? they previously in my student center before it demolished. the very first student center i've ever been. not only the place matter most to me, but the people do. i met PSDM BEM FIK UI 2013 there. i met my family, and a home. they give me strength, they taught me many things til i get ready to build my own house in PSDM BEM FIK UI 2014. so everytime i see those smiley faces, i always feel warmth inside of me and our togetherness will never be forgotten. ah, how happy i was back then. or whenever i feel lonely i stare at the faces and it remind me that i was loved, and of course the feeling of being loved is the best feeling ever, don't you agree? the faces also told me to start the day with smile everyday. because everything will be alright with bright smile, people. 
next, you can see drawing, a little elephant, two tickets, hearts, and card right?    


quote and the drawing 

it said: "what you take from the earth, you must give back. that's nature's way" 
nice, isn't it? i got it from some event.....i cant remember. but the line is perfect so i stacked it right away. 

story of the drawing is a bit complicated. it's more romance. 
he's a man from architect major. it's a usual noon, when we sat together in library. technically, we're stranger. we just met that noon because some business and sat together. but we talked a lot. mostly about his life because i'm not a person who going well with stranger but he does. then when we talked, he grabbed my notebook and start drawing. actually my notebook wasn't clear because there're scratches here and there but he drew following my scratches and voila! a perfect drawing has born. 
i'm sure i already post about him in this blog before. about a man who refuse to be told 'from Padang' instead of Batusangkar. he's the man. and what respect me more is he's different. i dont know how to describe this, but he's outstanding (Sumatera Barat men are always outstanding for me, i told ya). not only his appearance but his personality too. he's smart, creative, has a big vision of future, and more. this is the very first time i (think)'m in love with someone just about two hours sit together and talk. actually my friend is beside me and when she read this post i'm sure she's gonna laugh till internal bleeding. yeah, i'm that stupid. 
and below the drawing, i wrote a short note, you can see there's a pile of green paper on the left side right? i wrote:
Suatu sore di perpusat
dua jam menghabiskan waktu 
dengan seorang completely stranger 
menunggunya selesai menggambar 
tidak pernah kulihat 
partikel udara mengelilingiku 
sejelas sore itu 

it's chessy i know. and now everytime i look at the drawing and the note, i always think about him. about how special he is. i hope i can meet him again someday and have a chance to talk just like old time because its seem impossible now with my tight study. and ever since, architect students are my favorite men. 
now, lets move on.  


two hearts, rose, and mustache

you maybe wonder why they're two hearts side by side. the pink one, i made myself. it form Styrofoam then i colored it. no big deal. 
the other one, the green one, is from my friend. he's one of my very first friend in this university. he is from Jawa Timur when i challenge him to not talk 'medok' he accepted and said we'll meet in three months and if he still 'medok' he should treat me. but that's never be true. he didn't show up. poor me. 
one day, our class is study about 'selling a ship'. we should make a ship from colored paper. when class break, he made a heart from colored paper and showed it to me. i was impressed and asked if i could have one of them, and he said yes. he said: "i'd rather make a heart and give it to you rather than a ship" 
okay, i blushed. but he never be my type. i mean, he's charming but....yeah. that's enough. 
and now everytime i look at that heart it reminds me of the very first time i'm being here. i was scared back then. i was full of worries because collage is different from high school and i didnt have many friends. but then he came, he showed me sympathy and i got my brave back. now, it's relieve that i have many friends, thanks to him. 

the rose came from my friend. Ana. she's the most inspiring friend i've ever met. being around her feels like being around light bulb. she's so inspiring that everytime i near her i can feel a light bulb poops on my head. ideas, creativity, spirit are always surround her and i love surrounding by that things. 
she made the rose....i dont know, maybe because she was bored. but i took the rose and brought it home. now when i see the rose i feel energetic and thankful because i get to know her and she's more like sister to me. 

the mustache is from my new family, PSDM BEM FIK UI 2013. i already post about them here, you can check it. 
yeah, i was thankful to know you. you are my family where i can be who i am without pretending and have any pressure. you are my inspiration. you are my strength when i weak. you are all matters to me. and a piece of green note in the left is from one of my family too. she's wrote it as 'love letter' hahaha. 

a baby elephant and a sweet note

a baby elephant comes from medical student. he's my classmate from Payakumbuh (who refuse-again- to generalize as 'Padang'). he has dazzling eyes. why i said dazzling? because i see his eyes like he wants to say something. like there's something important but you cant say, it will definitely shows in your eyes. yeah, like that. sadly, i cant hear what he want to said until the end of the module. poor me. 
one day, our class had team building when we had to draw in a giant of paper. i admit my drawing skill is not good enough when suddenly he grabbed my papers and drew an elephant on it. i was startled but i cant do anything. beside, its important paper that the drew. after he finished, i asked him where he drew. he finally realized he drew on my paper and he apologized. it was fun moment. i laughed out loud when he showed panic face. although its important, when i came back home i cut my paper and stacked the elephant.  
now, it reminds me of how hypnotize i am by his eyes. i can go follow him after class just to have small talk when i have another appointment waiting. i like to be in group with him because i can see directly into his eyes and it beats my heart. he's smart and he's good guy. i like him. or no, maybe more than like. i obsessed with him. you can see my post about him here, here,  and here. there's a lot.
but now i know it couldn't be true. i mean, who am i can be by his side? 
i call him rainy man. because everyday when we have class are always raining. he comes with rain, and goes in rain. oh gosh, i miss this guy.  

now, lets take a look at the other side of the wall 


postcards, invitation cards, a medal, tickets, tooth replica, and some quotes

i stacked the invitation cards because they're cute. i wont talk much about the invitation because it cost more space. so just skip this part, shall we? 

 
tickets and coupon

the first one is Botanical Garden in Bogor when i went there with my friends. i love to be outdoor, i love tree, and i've never been there so it was a good memory which i wont forget. 

the other two are from Korean Culture Day. i went there with my friend and it was a good memory too. it's more like a concert to me because S4 was performed as guest star. i never been to a concert so yeah, i like it. 

the last is a coupon from donating money. i dont remember why i donate but i was a good memory though. to share with people, to help them, i always like it so i stacked it to remind me the happiness that comes through sharing and share more. 

ticket and ticket

these two are special events. the first one is Jazz Goes To Campus where Depapepe, Raisa, Andien, and Tulus went to my university. it was a hot concert!! i never see my campus that crowd, its rare. that night were wet because of rain in the afternoon but the crowd not give up. they come and come and come. i squashed in the middle of crowd when my skinny friend go til front of the stage. she's insane. 
i gave up and go back watch from screen. well, its not bad tho. 

the other one is theatrical ticket when i saw drama plays with my friends. it was a great play! the story great, the act great, everything great. it called "Nyonya Zachanassian Pulang" and its about rich lady who come back to her poor hometown. this lady is likely to help develop the town but she ask for one requirement. when she was young, she was expelled from her town because she was pregnant by her ex-boyfriend. her ex-boyfriend in the other side, is used by mayor to make sure the lady gives her money. the story was complicated mix between past and future but i like it very much. 
i watch it with my best friend when the other best friend is taking part of the play. we have such a good time back then. we shared many story about our love-life in the way home. i trust her so i tell her everything. i hope she trust me too. 
on my way back home, rainbow appears. i cant catch with my camera but it's beautiful evening. after watch the show we dream to take our children to theater regularly. to watch and have a lesson about life as much as we do from the play.    

the medal and the letter 

no, i dont get the medal from championship, no. i made the medal, we made the medal. 
so PSDM BEM FIK UI 2013 has something called Amazing Race where we play games and refresh our selves from all study things. we made the medal for the winner and there's leftover so i just took it and brought it home :) 
it was a good times with everyone. we play, share, laugh and do many things like as we're family. it's great to feel one and love each other. that's what this medal always remind me. 

and the letter, it was given by my friend. its originally shape like a crane but i have to unfold it to read the message. it's sweet message. a thankful one because i have contributed to event and the project officer give this as present in the end of the day. 
everytime i read this i always thankful because there's someone who feel thankful because of my existence. its relieve and warm in the heart. 

the next one is postcards. i have two postcards on this wall. all from my besties.
i have wonderful besties here. the first one's been to Turk and the other will go to Egypt this summer. i envy them. i mean, who's not? 
but what make more wonderful is i can trust on them.  i trust them because they accept me the way i am. we come from different personalities but we complete each other. we help each other. we cheer each other. sometimes we fight but we always can fix it. sometimes i get mad and run away but i always back. i mean, i cant be in this wild-collage-life without them. 
but thats all yesterday. thats soooo yesterday when invisible barrier tears us apart. 
i dont know where to start but, this is now i'm feeling. lonely. 
now, there're no more lunch together, or text 'where're you? can we meet?" after class, or even a 'hi' when we pass. i dont know. what's wrong with me? what's wrong with you? what's wrong with us? is it just me or....dont you feel the same? because i feel lonely and insecure everytime. do i made a mistake? or the study just too tight that you cant barely reply my text or have lunch with me? i dont know. i dont know. this is wall of memories. i dont want us to be memory. i dont want that. 
now, i'm used to walk alone everywhere. its so quiet without you guys. everyone ask why i'm alone and im just saying that you're busy. i start to talk with other people but its not the same. i dont know how to talk because everytime i approach, you avoid me. what should i do?
this lonely feeling, is the worst feeling ever.

first postcard from Turk. 

she said that was called Girl Tower when king hide his daughter because she was predict to be killed by snake. the tower built on the island. the princess must be feel so lonely. eventually, the princess died because of snake. i dont know how the snake go to the tower but..yeah, its beautiful tower. 

Singapore postcard 

the invitation card 

the trumpet and the note. 

the note is another sweet note from PSDM FIK UI 2013. it said: 
"the difference between ordinary and extra ordinary is that little extra
tetap semangat jaro, semoga makin cetar membahana dan sukses segalanya. IP naik! hap hap hap"
and the trumpet was used for the writer's birthday surprise. we went to her place in early morning to make surprise with this trumpet. she's touched and hug us tightly. it was one of the best moment in my life. 

so, you've been sneak peek to my wall of memories, do you have one? will you tell me what is you best memories? because remember the feeling is the way to keep alive. 
ciao~